Saat Cemburu Itu Tiba

Mendapat kepercayaan atau mempercayai seseorang yang dicintai memang bukan hal sepele. Karena itu sama halnya dengan menyerahkan raga, hati, dan jiwa untuk “dijaga”. Ini jelas tanggung jawab yang hebat sekaligus hadiah tak ternilai menurutku.

Namun bagi sebagian orang, rasa percaya seakan semudah membalikkan telapak tangan. Mereka akan memercayai pasangannya sepenuh hati dengan begitu mudahnya. Hmm…bersyukurlah jika anda termasuk kategori seperti itu dan kurasa anda layak senang karena hidup anda jelas lebih enteng daripada aku yang terus-menerus dihantui ketakutan.

Bagiku kepercayaan terhadap pasangan adalah kunci utama sebuah hubungan yang bahagia dan sehat. Walaupun aku dan pasanganku memiliki hobi, mimpi, dan gaya berhubungan intim yang sama, tapi tanpa kepercayaan semua kecocokan tak akan ada gunanya.

Sebagian orang mengenalku sebagai pribadi dingin yang tak ambil pusing dengan segala hiruk-pikuk di sekitar,  namun tak kupungkiri kalau aku pun pernah merasa cemburu. Aku pernah berada dalam kondisi yang sehari-hari bergelut dengan kekhawatiran akibat cemburu. Mungkin itulah efek yang dapat dirasakan jika kepercayaan terkhianati. Sehingga ketika  aku menjalin hubungan yang baru, aku merasa bahwa memercayai pasangan sepenuhnya adalah tindakan yang sia-sia. Dan sebenarnya hal itu terjadi hanyalah sebuah bentuk upaya  membentengi diri agar hatiku tak terluka lagi.

“Cemburu boleh saja … tapi usahakan tetap tegar dan pake otak, agar cemburumu tidak berada diluar batas kewajaran”  Begitu kira-kira isi dari nasehat seorang kawanku saat aku berkeluh tetang kehidupan rumahtanggaku yang sedang diambang kehancuran saat itu, dan nasehat itu masih kuingat hingga kini.

Lantas bagaimana jika kepercayaan yang kita berikan malah justru dikhianati ?
Aturlah kembali agar pikiran lebih jernih dan logis. Dan kematangan dirilah yang justru bakal menjadi tameng terkuat terhadap rasa cemburu yang membabi buta. Fahamilah bagaimana memperlakukan rasa cemburu dengan benar, agar hubungan yang ada tidak retak malah justru semakit rekat.

___oOo___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s