Hingga Matiku Tiba

Hari esok yang akan semakin cerah, masa depan yang akan gemilang adalah bagian dari rangkaian pengharapanku pada Tuhan, meski hanya berbekal keimanan yang masih pasang surut, namun coba tetap kuyakini sebagai satu hal yang pasti terwujud.

Riya yang masih terselip dalam tenunan koko yang kupakai, sombong yang masih terukir dalam berjama’ahku, pamrih yang masih terbentuk dalam ruku sujudku, dan khilaf yang tak juga lepas dari untaian tasbihku adalah bukti pengakuanku pada Tuhan atas ketidak sempurnaanku, namun tetap mengharap pengampunan segera terkabulkan.

Dan demi waktu yang tak pernah terasa pergulirannya juga untuk masa depan yang masih menjadi misteri untukku,  aku hanya berharap agar segala persoalan yang harus kuhadapi tak membuatku menjadi seorang  pengecut yang hanya bisa bersembunyi dibalik kata sabar, menjadi seorang  pecundang yang hanya pandai merangkai nasihat namun tak mampu melaksanakan atau menjadi seorang  munafik yang bebalut kain keangungan agamanya sendiri.

Diatas sajadah kuhamparkan do’a-do’a terbaiku, berharap hadirku dibumi  ini mampu berikan manfaat tak hanya untukku, tetapi untuk semua orang, setidaknya untuk orang-orang disekitarku …. hingga matiku tiba.

___oOo___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s