Cerita Usang Itu …

Batang rokok yang kedua sudah hampir habis, kopi instan yang kuseduh pun tinggal seperempat gelas lagi, namun page yang kusiapkan buat bikin postigan belum juga terisi satu huruf pun. Entah dari mana kumulai  cerita . Tiba-tiba saja aku gak bisa fokus, sepenggal  cerita  usang  kembali mengusik kalbuku, ada  rindu  dipenghujung  malam ini yang membuat bathinku berkecamuk dalam kegalauan.
Ah… parah  sekali  diri  ini!.. masih saja tak benar-benar bisa sepenuhnya lepaskan ingatanku darinya. Selalu saja bayangannya melintas datang tiba-tiba mengacau ketenanganku.

“AKU  CINTA  PADAMU ..”.  masih  kuingat kalimat yang dia ucapakan dulu, begitu  ringan  kata-kata  itu  melayang  indah  dari  bibirnya  yang  sensual,  hmmm … benarkah  sensual?  aku  sedikit  ragu,  sepertinya  aku  harus  mengingat  kembali,  ah..sulit!,  sulit  karena  masa  itu  sudah  lewat,  lama  bahkan  lama  sekali. Tapi kalimat  itulah, yang telah menggiringku menuju  ke  mahligai  pernikahan dengannya, namun sayang tak mampu keupertahankan.

“Ya, Rabb… keluarkan aku dri kegelisahan ini ! biarkan aku tetap manikmati kebersamaanku denganMu tanpa harus terganggu dengan  bayangannya yang terus melintas hadir dalam pikirannku,  seperti  berlari  memamerkan  kebahagiaan yang sedang ia rasakan bersama kekasihnya, Ya, Rabb… ini akan mengundang  iriku saja. Tentunya Engkau tak mau jika konsentrasikku padaMu tergangu hanya karena bayangannya bukan?”

Sebenarnya aku  muak  dengan  keadaan seperti ini, keadaan dimana aku harus kembali berhadapan dengan lima huruf ajaib yang kata orang itu dalah anugrah Tuhan. Ya, aku pun sama seperti juga orang normal lainya, mencoba tetap yakin kalau CINTA adalah anugerah, dan aku bukannya tak bersyukur, namun saat ini bagiku  cinta  terasa lebih  mudah  untuk  kujatuhkan  pada  titik  sasaran,  dan  sedikit  sulit  untuk  mewujudkan  dan  memiliki,  tapi  yang lebih  sulit  lagi  adalah mempertahankannya. Jadi kali ini aku yang akan kendalikan kata ajaib itu, dan titik sasaran pertamaku adalah cinta untuk Tuhanku.

Ya, ya, ya,  hidup  ini  memang terlalu  rumit  untuk  dijabarkan,  bahkan  memoriku  tak  sanggup  menampung  berapa  banyak  kisah-kisah  bahagia  dan  sedih  yang  melengkapi  perjalanan  hidupku  ini,  aku  pun  sadar  bahwa  seperti  itulah  cara  Allah  SWT.  mengenalkan  diri-Nya  padaku,  cuma  yah,  mugkin  aku  saja yang  kadang  mampu  memahami  tapi  lebih  banyak  lagi  tak  mengerti  apa-apa.

Ahh…cerita tentang apa ini sebenarnya?.. tak tentu tema, tak tentu alur, apalagi pesan yang tersirat. Sudah kubilang diawal, bahwa aku sendiri bingung dari mana kumulai  cerita malam ini. yah,  karena  gara-gara  sepenggal  cerita usang  itu  yang  membuat  aku  kembali bergumul  dengan  deburan gelisah yang tak henti menerjangku malam ini. Dan pada  akhirnya  yang  tersisa  hanya  detak  jam  dinding  yang setia mengiringi  kesunyianku,  tak…,tak….,tak…,tak….)*

___oOo___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s