Mencari Kebahagiaan

Sebetulnya setiap orang pasti sudah faham tentang satu hal yang bernama Kebahagiaan. Seperti juga pemahaman para sobat , tanpa mengesampingkan sang pemilik kebahagiaan (baca:Tuhan), aku pun memahami kebahagiaan itu sebagai sesuatu  atau sebuah perasaan yang positif dan menggairahkan, yang setiap manusia bisa rasakan dari hatinya yang terdalam.

Bagiku kebahagiaan adalah pilihan rasa, ia tidak datang dengan sendirinya. Melainkan hadir dengan telah melalui proses filterisasi hati dan pikiran terlebih dahulu. Pikiran positif dan ketulusan hatilah yang membantu menumbuhkan perasaan bahagia tersebut. Maka tak heran saat pikiran kita negatif  rasanya sulit sekali merasakan bahagia. Kalo kurang yakin coba deh, sekali-kali lakukan sebuah riset untuk diri sendiri, misalkan hari ini kita jalani keseharian kita dengan banyak mengeluh ,berburuk sangka atau curigaan, lalu cermati apa yang kita rasakan. Itu sudah kulakukan dan hasilnya sangan tidak menyenangkan , bawaannya betee mulu.

Terus sekali-kali coba juga dech amati cerita sedih (kurang bahagia)dari curhatan temen ke kita. Kebanyakan sebenarnya mereka menginginkan kebahagiaan, cuma salahnya mereka mencari kebahagiaan itu diluar dirinya. Mereka berharap orang lain yang memberi kan kebahagiaan itu untuknya, padahal sebenarnya kebahagiaan itu ada dalam dirinya sendiri. Lalu kenapa mereka tak bisa menemukannya ? itu karena pikirannya dipenuhi dengan objek/seseorang yang dianggap dapat mendatangkan kebahagiaan. Itulah satu kesalahan langkah mencari kebahagiaan. Dan kondisi seperti itu pernah ku alami.

Dari pengalaman sendiri atau atau yang dialami orang lain, kita bisa ambil hikmah untuk kita jadikan pegangan bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu bersumber dari dalam diri kita sendiri. Tergantung bagaimana kebiasaan kita menggunakannya  sehari-hari . Jika kebiasaan kita mengeluh, menjelekan orang lain, curigaan, dan hal-hal negatif lainnya, maka jangan harap dapat merasakan kebahagiaan dalam hati.

Kebahagiaan itu pilihan rasa yang dapat kita temui jika kita pandai mensyukuri karunia Tuhan. Tuhan telah menyimpan sumber kebahagiaan itu pada diri kita masing-masing. Jika merasa hidup kita tidak bahagia berarti ada yang salah padadiri kita, sebab Tuhan tidak menciptakan manusia dalam keadaan sengsara kecuali orang-orang yang tidak bersyukur.

___oOo___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s