Nilaiku di Mata Tuhan

Aku adalah seorang pekerja yang rajin, taat pada peraturan perusahaan, disiplin, punya loyalitas dan itegritas yang tinggi  terhadap perusahaanku. Pak Bos tak meragukan kemampuanku. Nilaiku di mata bos sangat baik dan aku disayang bos tentunya.

“Lalu bagaimana nilaiku di mata Tuhan ?”
Sebuah pertanyaan yang wajib dan sering  kutanyakan pada diri sendiri. Kenapa? Karena ada kematian yang sedang menungguku, entah esok, lusa atau bahkan mungkin beberapa jam yang akan datang.

Akhirnya, selagi dikasih waktu, aku coba cari-cari pencerahan untuk meraih nilai baik di mata Tuhan.  Berbagai sumber kujelajahi lewat buku , internet juga melalui sharing dengan para ustad dilingkunganku. Dan kesimpulan yang dapat ku ambil dari ilmu yang mereka berikan yakni “ Jika merasa memiliki Tuhan, maka cintailah Dia, penuhi semua perintahnya, maka nilaimu akan baik dimata-Nya”

Bahkan salah seorang ustadz (Yusuf Mansur) dalam dakwahnya menyarankan, “ Sebelum bertanya nilai dirimu dimata Tuhan, coba nilai saja sendiri dulu, bikin absen diri, untuk menilai seberapa tinggi ketaatanmu kepada Tuhanmu, seberapa hebat kamu melaksanakan sunnah-sunnah rasulmu. Nanti kamu akan tahu kadar kesungguhan cintaimu terhadap Tuhan dan rasulmu sendiri.”

Pencerahan demi pencerahan yang disampaikan para ahli ilmu agama mulai menerangi pemikiran dan hatiku. Dan satu metode  ku coba laksanakan yaitu metode Absen Diri,  ya.. tentunya demi perbaikan nilaiku dimata Tuhan.

Absen diri mulai ku ramu, kutentukan sendiri menu-menu tugas yang akan ku kerjakan. Ku anggap ini sebagai terapi . Dengan sebuak komitmen yang kubuat dan kutaati sendiri, termasuk juga sanksi yang harus kukerjakan jika absen tersebut tak bisa kupenuhi.

Tahap pertama kubuat absen untuk jangka waktu 7 hari, tahap berikutnya aku bikin untuk 30 hari, selanjutnya kutambah lagi menjadi 40 hari. Ku libatkan juga orang yang ada dirumah agar bisa membatu setidaknya bisa mengingatkanku saat aku masas atau lalai melakukan terapi ini.

Di awal-awal hasil absensiku sangat menyedihkan, masih terlalu banyak kelalaian dan alfanya. Namun dengan niat yang sungguh-sungguh akhirnya tahap berikutnya, terlihat ada permaikan daripada sebelumnya.

Aku harap dengan metode ini aku bisa memperbaiki keislamanku sendiri. Ini cara yang kurasa efektif untukku. Sebuah usaha perbaikan diri yang membutuhkan  tingkat kejujuran tinggi, karena pengawasannya diakukan oleh diri sendiri. Ini sebuah upaya karena penilaian yang mutlak adalah rahasia Than. Sekali lagi kita hanya berupaya.

Sobat  tertarik untuk melakukan Test ketaatan diri sendiri ? silahkan ramu sendiri menu yang sobat inginkan.  Dan satu hal yang pasti ada kenikmatan luar biasa saat berhasil melaksanakannya.
Selamat mencoba.

___oOo___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s