Salah Kirim

SSSHHAAAH!!!… rasa pedas hantam lidahku, panasnya pun terasa membakar bibir hingga terasa jontor. Sesekali kuseka keringat didahi … SSHHAAAH!… SSHHAAAH!… syair lagu pedas kembali mengalun  dari mulutku. Ah ..pedas sekali! namun gurih dan seksinya bulatan bakso  membuatku semakin bersemangat menghajar habis santapanku siang ini.

Bulatan terakhir daging bakso  berhasil kulenyapkan, orang juice yang sedari tadi setia menunggu kini tiba saatnya kusetubuhi. “Eeuuuu….” suara sendawa pun akhirnya mengalun tanpa malu-malu.  Alhamdulillah…terima kasih Tuhan untuk makananmu hari ini.

Kembali lanjutkan rutinitas yang tadi terhenti sejenak oleh hidangan seksi yang harumnya membuat cacing diperut berteriak kelaparan. Berkelana didunia maya, mencari sesuatu yang dapat kujadikan mimpi untuk diperjuangkan. Buka email, fb, nongkrong di kaskus, dan searching apa saja yang bisa nambah koleksi kekayaan di otaku.

Tiba-tiba, satu surat masuk dalam emailku. Bersama tanda tanya yang terus berputar dikepalaku surat itupun  mulai ku baca,

” Sayangku…. Masih ingatkah bagaimana kebersamaan itu ada diantara kita? Ya, itu karena suatu hari kita bertemu, yang tanpa kita tahu bahwa sebenarnya Tuhanlah yang telah mengatur. Itulah jalan hidup, itulah persimpangan yang diciptakan Tuhan untuk pertemuan kita.

Sayangku….aku akan mulai bicara padamu dan ku harap kau mau membalas ucapanku. Bila kebersamaan ini membuat kita mengenal lebih dekat satu sama lain, maka ku yakin kita memang berjodoh. Namun itu bukan tujuanku, bukan hanya sampai disitu.

Aku telah lama menemanimu, berusaha mengerti tiap kau marah, menangis dan tertawa. mengenal siapa yang kau kagumi dan bagaimana orang yang kau benci. Aku tak tahu, bahkan mungkin aku tidak terlalu peduli apakah kau melakukan hal yang sama sepertiku, namun satu hal yang aku tahu pasti, caramu mengungkapkan semuanya itu meyakinkanku.

Hari-hari ku bersamamu adalah hal paling berharga yang pernah ku terima dari sang pencipta. Bersamamu dunia ini kurasakan menjadi sangat menyenangkan, hari ini aku pun semakin yakin kau memang tercipta untukku dan ku harap ini akan kujalani selamanya.

Bila hari ini aku tidak dapat bersamamu, maafkan aku. Kau hidupku, namun hidupku tidak hanya untukmu. tidak mengapa jika aku tak bisa menikmati tawa candamu, setidaknya aku bisa menemanimu saat menangis dan aku menjagamu saat kau khawatir. kau boleh menyalahkanku atas apa yang ku perbuat, sebab aku tidak akan mempersalahkanmu yang telah menudingku. 

Bila aku marah, maka pahamilah aku sebagaimana aku seorang manusia. Bila hari ini aku menangis, maka cobalah untuk tidak menyudutkanku. Pahami aku, atau teruslah ada disisiku sehingga aku merasa ada seorang pribadi bersama denganku.

Sayangku…hingga hari ini semua berjalan seperti satu rutinitas, aku coba untuk bertahan dan aku yakin kau juga melakukan hal yang sama. Namun apalah daya, waktuku bukan waktumu. jalanku bukan jalanmu, kita memang terlahir dalam takdir berbeda. keadaan memaksaku menjauh darimu. ini menyakitkan ini menjemukan. hari ini aku bagaikan seorang yang tenggelam di lautan tanpa dasar, dan bagian terburuk dari itu semua aku sendirian. Sulit memang. menyakitkan semuanya kurasakan. aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk perbaiki keadaan atau setidaknya memutar waktu dan memilih untuk tidak pernah bertemu dengan mu.

Sayangku…aku hanya ingin katakan, bertemu denganmu adalah hal termanis dalam hidupku, namun keadaan memaksa kita untuk berpisah. Walaupun sulit aku akan bertahan dan mencoba memahami keadaan. Dan satu permohonanku padamu, jangan paksa aku untuk melupakanmu terlebih membenciku, biarkan sisa-sisa kenanganmu tetap hidup dalam diriku. bukan untuk membuatku jatuh, namun untuk tetap menyadarkanku bahwa perjalananku belum berakhir disini. Tenanglah, aku tak serapuh apa yang kau bayangkan.

Sayangku…jika hari itu kita tidak pernah bertemu, maka aku bukanlah aku yang sekarang, namun aku tidak mau menyesali diriku yang memilih bertemu denganmu.
Jika hari ini kita berpisah dan kita berjodoh, maka waktu akan mempertemukan kita kembali. Jika hari ini kita berpisah dan kau memang bukan untukku, maka berhentilah mengkhawatirkanku, sebab aku akan terus hidup dengan membawa senyum bahagia bahwa sekalipun aku bukan untukmu, aku pernah menjadi bagian dari dalam dirimu.

Tiap hari segala hal mungkin terjadi dalam hidup kita, mungkin hal yang baik, mungkin juga hal yang menyakitkan. Namun kau tidak perlu memaksakan kehendakmu sebab adakalanya segala sesuatu menjadi sangat menyenangkan, namun di lain waktu kau akan mendapati kesedihan, maka jalani dengan kerelaan

Terima Kasih Sayangku…”

Ahh… surat siapa pula ini ???
Dahiku semakin kencang mengkerut memaksa sepasang alisku untuk bersatu , bukan karena memikirkan surat itu… tapi merasakan perutku yang mulai berontak mengajaku keruang VIP untuk segera melaksanakan upacara dadakan akibat bakso yang kumakan terlalu pedesss!.

Selamat beraktivitas Sobat !  maaf  aku pamit dulu sebentar yach…?!

___oOo___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s