Rezeki dan Bencana

Tulisan ini adalah salah satu point yang aku kutip dari hasil rekaman ingatanku saat menghadiri pengajian rutin di mesjid Nurul Iman di lingkungan tempat tinggalku, pelaksanaannya malam minggu ba’da sholat maghrib sampe menjelang waktu sholat Isya. Kali ini yang menyampaikan ceramah adalah Ust. Muchsinudin.

Beliau berbagi penjelasan tentang sifat rahman rahimnya Allah SWT. atas hal rezeki dan bencana yang kita terima. Dalam ceramahnya beliau memberi sebuah perumpamaan tentang rezeki dan bencana yaitu sebagai berikut.

Jika kita mempunyai peliharaan ikan dikolam dan kita menabur makanan untuk ikan tersebut, maka bukan saja ikan peliharaan kita yang kebagian makanan tersebut. Melainkan semua makhluk hidup yang ada dikolam dan menyukai makanan yang kita tabur pun akan mendapat kesempatan untuk dapat dan menikmatinya.

Begitupun saat Allah SWT. memberi rezeki kapada manusia, Ia tak hanya memberi rezeki kapada orang-orang yang taat kepadaNya namun termasuk orang yang ingkar (tidak taat kepada aturan Allah SWT) pun akan dapat menikmati limpahan rezeki dariNya. Namun ada pembeda sifat atas rezeki yang diterima dari masing-masing orang tersebut.

Jika orang yang menerima rezeki tersebut senantiasa beramal shaleh dalam kesehariannya, maka rezeki tersebut hakikatnya adalah sebuah bonus kontan atau hadiah atas pahala dari Allah SWT. dan rezeki tersebut akan mendatangkan barbagai berkah baginya dan lingkungannya. Dan keberkahan tersebut dapat kita lihat dari meningkatnya kwalitas ibadah dalam keseharian orang tersebut, contohnya ia akan semakin taat melaksanakan aturan-aturan Allah SWT. sebagai wujud rasa syukur dan cintanya kepada Allah SWT.; Gaya hidupnya akan semakin bersahaja dan sederhana karena ia merasa semua kelebihan yang ada padanya hanyalah milik Allah yang harus ia rawat dan pelihara sebaik mungkin agar bisa memberi manfaat bagi hidup dan kehidupannya.

Tetapi untuk orang yang ingkar, maka rezeki yang ia terima pada hakikatnya adalah ujian agar orang tersebut segera bertobat. Jika ia bertobat dan taat mengikuti aturan Allah SWT., maka rezeki tersebut akan mendatangkan barbagai berkah untuknya, tetapi bila ia tak mau bertobat maka rezeki tersebut akan menjadi boomerang bencana untuknya dimasa mendatang contoh kecilnya adalah datang sebuah masalah yang membuat orang tersebut merasa tidak tenang, pusing, gelisah atau lainnya; terkena penyakit hingga sulit disembuhkan atau sebuah kecelakaan yang tak terduga.

Demikian halnya dengan sebuah bencana yang menimpa kita. Pada hakekatnya Allah hanya memberikan suatu bencana atau musibah hanya kepada orang-orang yang ingkar kepadaNya, namun pada kenyataannya terkadang orang yang shaleh (taat kepada aturan Allah SWT.) terkena pula imbas dari bencana/musibah tersebut. Dalam hal bencana pun Allah SWT. meberikan sebuah pembeda yakni bencana atau musibah untuk orang yang ingkar , hakekatnya adalah merupakan siksaan yang Allah berikan agar orang tersebut segera bertobat. Sementara imbas dari bencana/musibah yang mengenai orang-orang shaleh pada hakekatnya adalah ujian dari Allah yang jika diterima dengan ikhlas maka pahala-lah sebagai hadiah untuknya.

Dari perumpamaan tersebut,  berdasarkan daya fikirku (yang lagi belajar memperbaiki kwalitas hidup) maka dapat kusimpulkan (sedikit sok tahu neh…hehe) bahwa;

Tentang Rezeki

  • Dalam memberikan rezeki dan bencana, Allah SWT., tak pernah pandang bulu, terhadap orang yang taqwa atau tidak  Ia akan bertindak adil, hanya saja ada perbedaan pada konsekwensi yang harus diterima oleh masing-masing orang.
  • Senantiasa bersyukur atas limpahan rezeki yang kita terima adalah tindakan tepat untuk meredam fikiran negatif terhadap kelebihan rezeki yang diberikan Allah kepada orang lain.
  • Rezeki yang kita terima tak selamanya berasal dari hasil kerja keras yang kita lakukan, sebab bisa jadi kita hanya dijadikan perantara oleh Allah SWT., untuk turunya rezeki bagi orang lain.
  • Rezeki yang disertai dengan  keberberkahan dapat terlihat keberkahannya ,salah satunya melalui gaya hidup dan keseharian orang  / lingkungan yang menerimanya tersebut. Sebab rezeki yang berkah tidak akan membuat orang tersebut sombong, bermewah-mewahan, kikir, sakit-sakitan, dan sejenisnya.
  • Rezeki yang berkah akan selalu mendatangkan kebaikan-kebaikan bagi diri dan lingkungannya.

Tentang Bencana

  • Bencana hanya ditujukan untuk orang – orang yang tidak taat kepada Allah SWT., sebagai laknat untuknya.
  • Bencana yang menimpa orang shaleh hanya merupakan ujian kesabaran bagi orang shaleh tersebut. Dan balasannya adalah pahala  atas menimpanya bencana tersebut serta tambahan pahala jika ia bersikap ikhlas.
  • Untuk menilai apakah bencana/musibah itu adalah sebuah ujian atau laknat, maka perhatikanlah tindakan /tingkah laku yang telah kita perbuat dalam keseharian menjalani kehidupan. Jika dominan beramal shaleh maka bencana yang menimpa adalah ujian, tetapi jika kita dominan berbuat ingkar (melanggar aturan Allah SWT) maka bencana yang menimpa adalah siksaan atau laknat dariNya.
  • Musibah/bencana  menimpa tidak hanya pada orang yang ingkar kepada Allah SWT. saja, tetapi imbasnya bisa menimpa pada orang-orang yang shaleh disekitarnya, dan itu terjadi atas ketetentuan Allah.

Itulah sedikit ringkasan kesimpulan yang bisa kutulis pada postingan kali ini, sebenarnya banyak sih penjelasan yang kuterima dari pak ustadz. Tapi kalo pengen lebih jelas lagi mendingan sobat ikutin pengajian-pengajian yang ada di lingkungan tempat sobat tinggal. Insya Allah banyak manfaatnya lho…

Prinsipku,..karena aku merasa dihidupkan dan dikasih rezeki oleh Allah SWT., maka daripada keluyuran yang gak jelas nilainya di mata Allah … mendingan nambah-nambah pengetahuan lewat tausiyah-tausiyah dari pengajian atau di internet.

Maaf-maaf ya kalau bahasannya kurang dimengerti atau kurang berbobot … maklum lagi belajar beramal.
Semoga bermanfaat.

—oOo—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s