Saat Aku Jauh

“Aku telah berdoa sekian lama, tetapi kenapa doa-doaku belum juga dikabulkan?”

Dulu kalimat itu sempat mampir dalam otakku, yang aku lakukan hanya memperhatikan apa yang telah Tuhan lakukan terhadap orang orang disekitarku. Bahkan aku sempat berfikir bahwa aku telah ditakdirkan untuk bernasib kurang baik dibanding dengan orang- orang yang ku lihat. Terutama dalam hal materi,
Hmm…sedih sekali jika mengingat kelakuanku saat itu, sungguh sebuah pemikiran yang sempit, bodoh, picik dan entah sebutan apa lagi yang pantas kusematkan sebagai gelar untukku saat itu. “Malu”… ya! rasa malu yang tak pernah reda dalam hati. Bukan malu karena mengatakan hinanya kelakuanku dipostingan ini, tapi malu pada Tuhanku yang tak pernah bosan mencurahkan kasih sayangNya padaku meski aku selalu bersikap pamrih padaNya.

Aku yang hanya dihidupkan untuk sementara didunia ini, telah begitu sering lupa padaNya, seakan – akan aku bisa hidup tanpa izinNya.
Aku yang hanya disuruh tinggal sementara dalam seonggok daging tersusun tulang, telah begitu seenaknya menggunakan raga ini, seakan – akan milikku sendiri tanpa peduli untuk dirawat atau tidak.
Aku yang sebenarnya hanya dapat bergantung rizki dariNya, telah begitu egois dan lupa, seakan-akan rizki yang kudapat adalah hasil kerjaku sendiri tanpa campur tanganNya.
Aku yang kata ibuku berparas tampan (padahal pas aku bercermin sebenarnya biasa saja), telah begitu malasnya berwudlu untukNya seakan-akan paras ini adalah hasil karyaku sendiri.
Aku yang sok sibuk hingga malas sholat berjama’ah bahkan sering pura-pura budek saat mendengar panggilanNya lewat adzan,
Aku dan banyak lagi aku yang bla…bla…bla… yang terlalu banyak mementingkan duniaku timbang akhiratku.

Aakh..!! rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya bila mengingat kebodohan-kebodohanku saat itu. Begitu hina, begitu mubadzirnya waktu-waktu yang telah kulewati tanpa mengahdirkan Tuhan dalam hati dan keseharianku.
Barangkali sahabat bloger juga bisa membayangkan bagaimana nistanya hidupku saat jauh dari Tuhanku sendiri.

Pantas saja bila Tuhanku terkesan lambat atau tak mengabulkan do’a-do’aku, karena memang aku sendiri yang lambat menyadari atas kelakuan-kelakuanku yang bercampur dosa dan cenderung malalaikan seruan-seruanNya.

Kini tak kuizinkan lagi kalimat diatas tadi untuk mampir di kepalaku…. kini otakku sedang sibuk memikirkan bagaimana agar aku bisa  selalu merasakan kehadiran Tuhanku dihatiku.
Do’a sobat bloger yang budiman sangat kuharapkan untuk perbaikan demi perbaikan kwalitas hidup yang kujalani.

—oOo—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s