Senja Ini Hujan Tak Menentu

SENJA

Senja…terima kasih atas datangmu yang slalu tepat,
Dimana aku merasa khusyu untuk mengingat Tuhanku,
Merasa nikmat mengalunkan syair-syair indah yang Dia turunkan untukku,
Sambil mengenang kembali rimbun dosa yang sempat ku pahat perlahan,
Sampai air mataku terkulai lemah meminta ampun.

Senja…tahukah engkau…?
Begitu kotor dan hinanya aku dihadapanNya,
Begitu tak berartinya semua yang selama ini kubanggakan,
Tetaplah temani aku wahai senja…
Untuk menghampiriNya agar tak buta.

INI

Ini bukanlah puisi…
Apalagi syair sang pujangga,
Hanya serpihan mimpi yang hancur terserak dipantai harapan.
Yang coba kurangkai kembali setelah ia pergi.

Ini juga bukan sajak…
Apalagi narasi sebuah komedi yang bikin terbahak,
Hanya bisikan lelah dari sebongkah hati yang sedang sesak,
Dari himpitan tanya yang terus datang menggertak.

HUJAN

Hujan…kau datang dan pergi tak menentu hari ini,
Apa kau ingin mengingatkan ku pada dia yg tlah pergi?
Ah,,,kuharap tidak, sebab itu hanya akan  membuat luka terlihat kembali.
Jika saja ini sebuah sinetron, pasti akan ada adegan bunuh diri,
Tapi tidak dengan hidupku…aku masih ingin matahari pagi.
Hujan…kuharap airmu yg jatuh bukanlah tangisan,
Apalagi menangisi perjalanan hidup dan cintaku,
Percayalah aku akan baik-baik saja dalam kesendirianku,
Sekalipun masih belum terlihat bidadari bersamaku,
Hatiku  tetap yakin dia telah ada dan dipersiapkan Tuhan.
Hujan…kau tahu?…hadirmu selalu kurindu.
Kapan-kapan mampirlah kembali, dan temani kesendirianku !
Tak mengapa meski sasaat, itu akan sangat berarti untukku.

TAK MENENTU

Seperti riak air pada sungai harapan,
Terkadang bening namun tak jarang dikeruhkan keadaan.
Seperti juga gelombang ombak dilautan mimpi,
Terkadang tenang, namun sesekali terlihat panik saat bertemu angin.

Seperti itulah perjalanan hatiku,
Melesat tinggalkan busur, namun kemudian terlena dalam tidur.
Tak seperti senja yang salalu datang tepat waktu,
Sekalipun cuaca terkadang tak menentu.
Tak seperti hujan yang selalu kurindu,
Meski sesaat kehadirannya namun selalu meredakan pilu.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s