Apa Kabar Sahabatku ?

Begitu banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita, tetapi tidak dengan perasaanku terhadapmu. Perasaan seorang sahabat yang bersyukur diberi kesempatan mengenalmu. Perasaan seorang sahabat yang selalu tetap ada dihati. Meski waktu itu kita tak pernah mengucapkan kata sahabat dan tak pernah mempertanyakan status kita. SAHABAT atau sekedar TEMAN? Yang pasti hati dan sikap kita telah menjawabnya.

Aku tak pernah lupa, di sekolah itu untuk pertama kalinya kita bertemu dan saling berkenalan. Lalu kemudian kita pergi dan pulang sekolah hampir setiap hari bersama.

Aku tak pernah lupa saat kita berlari bersama, karena takut ketahuan dan diomeli pemilik rumah setelah  belnya kita pencet, sementara kita tidak tahu apakah pemilik rumah tersebut keluar atau nggak, lalu kita tertawa bersama.

Aku tak akan pernah lupa saat dimana kita tertawa ceria bersama, bertukar cerita , bernyanyi bersama dengan petikan gitarku yang tak begitu mahir.

Aku tak akan pernah lupa saat dimana kita saling berbagi makanan yang dibeli dengan uang yang kita kumpulkan dari uang jajan masing-masing.

Aku tak akan pernah lupa kemurahan hatimu dalam memberi dan mengorbankan kesenangan pribadimu demi aku, hanya untuk mendengarkan cerita sedihku saat dikhianati kekasihku yang sebenarnya tak penting buatmu.

Aku tak pernah lupa dimana saat itu aku hilang kesadaran karena pengaruh barang haram yang ku konsumsi, dan dengan sabar kau tetap mengurus serta mengawasiku agar tidak celaka. Kemudian perlahan kau menasehatiku dengan sangat bijak.

Aku tak pernah lupa dimana saat kita saling bertengkar kemudian tidak saling bicara dan bertegur sapa. Namun , pada akhirnya hubungan kita kembali membaik bahkan kita menjadi semakin dekat. Karena melalui pertengakaran itu kita menjadi  semakin mengenal pribadi masing-masing.

Aku tak pernah lupa dimana saat aku pulang dari perantauan, dengan tatapan bangga kau menyambutku, memuji usahaku serta bertanya pengalamanku selama dirantau sana.

Aku tak pernah lupa saat kau kuberi  kabar bahwa aku akan menikah. Kau berulangkali bertanya keseriusanku dan dengan tulus kau do’akan  agar aku mendapat kebahagiaan dalam rumah tanggaku nanti.

Dan aku tak pernah lupa saat kehidupan dan pernikahanku mengalami kehancuran, kau tetap memberikan aku semangat dan nasehat yang memotivasiku untuk bangkit kembali.

Terimakasih sahabat…aku tau kalimat  itu tak cukup untuk membalas semua kebaikanmu. Entah dengan bagaimana aku bisa membuatmu bahagia seperti halnya kau telah membuatku bahagia. Mungkin melalui tulisan ini hatiku merasa sedikit lega karena setidaknya aku bisa mengutarakan kebahagiaanku yang tak  terucap.

Apa kabarmu sekarang sahabatku ? Semoga harimu senantiasa bahagia seperti yang aku harapkan. Dan saat kau temui aku lewat tulisan ini, entah aku masih ada atau sudah tiada dibumi ini… Tolong maafkan atas semua khilafku padamu!..

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s