Senandung Hati Untuk Sahabat

Sebenarnya saya sedang menyiapkan lanjutan cerpen Kisah Si Pramu Toko III, tapi tiba-tiba saja, saya teringat sahabat yang pernah menemani saya menjalani  suka dukanya kehidupan. Hati saya terus saja bersenandung  tentang dia, sampai-sampai dua hari belakangan ini saya sering gak bisa konsen, EsMoSi saya lagi gak stabil “sensi” banget ceritanya…xixixi.

Akhirnya saya tunda dulu tuh garapan cerpen saya, lalu dengan jari ini saya coba ikuti apa kata hati saya, yah.. mudah-mudahan setelah semuanya tercurah, saya bisa konsentrasi lagi pada semua pekerjaan saya. Dan ini dia sesuatu yang sempat beberapa hari mengganggu konsentrasi saya, anggap saja ini sebuah puisi  meski tak sebagus karya para pujangga…

Jika kau bertanya berapa banyak shabat ku sekarang,
Maka akan ku jawab …hanya beberapa saja, mungkin juga telah hilang,
Karena sebagian yang lainnya hanya terikat pada suatu kepentingan  saja,
Jika kau bertanya kapan mereka ada disisiku?
Maka akan ku jawab …beberapa akan ada saat aku berduka
Dan sebagian yang lainnya akan ada saat aku berpesta,
Lalu apa makna sahabat bagiku sekarang ?
Aku rasa kini tinggallah sebuah simbol saja,
Sebagai tanda mata dari Tuhan,
Sebagai tiket untuk sebuah perkumpulan,
Sebagai seragan untuk sebuah barisan,
Jika kau bertanya kenapa aku berfikir seperti itu ?
Maka ketahuilah itu bukan hasil fikiranku,
Hanya sebuah rasa yang keuterima dari mereka,
Jika kau tak percaya… pejamkan matamu!
Cobalah renungkan,rasakan dan cermati satu persatu,
Alasan kehadiran dan kepergian sahabatmu,
Dan tanyakan pada hatimu sendiri
“Dimana kini sahabat sejatimu?”

Hmmm…gak usah seserius gitu x… itu cuma sedikit ocehan hatiku saja, yang sedang kehilangan rasa persahabatan. Seperti gula kehilangan rasa manisnya, seperti kopi kehilangan rasa pahitnya atau mungkin seperti garam  yang kehilangan rasa asinnya…..hehe. Jadi inget syair lagu miliknya SLANK…“Sahabat datang dan pergi….Kadang menghianati. Begitupun rasa cinta …kadang mengecewakan”….
Makasih ya dah mampir….

***

4 thoughts on “Senandung Hati Untuk Sahabat

  1. yang kelihatan dekat dengan kita belum tentu ada disaat kita kesusahan justru yang biasa2 saja malah ada disaat kita butuh….

    memang dan mungkin kita ditakdirkan hidup untu terus bertarung dalam keadaan sendiri…tapi yakin kita mampu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s