Kisah Cinta si Pramu Toko II

Hari terus berlalu, dengan rutinitas yeng telah terbiasa  dilewati  Raka dan Dinda, namun ada suatu kebahagiaan yang tak bisa mereka ungkap lewat raingkaian kata, mereka sama-sama menjalani , menikmati  hari seperti apa adanya. Layaknya sepasang kekasih , saling memperhatikan, saling mengingatkan dan mancurahkan kebahagiaan yang mereka rasakan.

Kualitas hubungan mereka pun semakin meningkat, namun demikian mereka tetap bersikap professional saat melaksanakan tugas dan pekerjaannya masing-masing.

Hubungan Raka dengan keluarga Dinda juga semakin baik, Raka telah terbiasa berkunjung, bercengkrama, bersenda gurau dengan keluarga besar Dinda, dengan Ayah,ibu,Paman,Bibi,Om,Tante, Ponakan bahkan dengan lingkungan sekitar rumah Dinda. Sambutan mereka pun begitu hangat terhadap Raka. Entahlah apa yang membuat Raka merasa begitu mudah diterima dikeluarga besar Dinda.

Beberapa kali  Raka mendapat undangan dari Ayah Dinda untuk sekedar makan-makan dirumahnya, bahkan Raka lah yang terkadang dipersilahkan menentukan sendiri waktunya. Bukan hanya itu banyak undangan-undangan lainnya dari keluarga Dinda ,yang membuat Raka banyak terlibat dalam acara-acara keluarga Dinda. Begitupun dinda sudah terbiasa terlibat dalam acara-acara dari keluarga Raka. Hubungan mereka pun semakin terbuka dengan respon baik dari keluarga kedua belah pihak.

Hal inilah yang membuat Raka semakin menguatkan niatnya untuk menjadikan Dinda sebagai pendamping hidupnya . Karena bagi Raka, dukungan keluarga dari kedua belah pihak juga merupakan faktor penting bagi kelangsungan rumah tangganya nanti. Perasaan Raka juga sudah merasa cocok dengan keluarga Dinda. Apalagi dengan pamannya Dinda , sebab paman Dinda lah yang banyak memberikan pandangan-pandangan atau nasehat yang positif terutama mengenai bagaimana membangun suatu rumah tangga.

Pada suatu sore di depan toko tempat ia kerja, Raka duduk santai dengan teman dan para pedangang makanan kecil yang mangkal di halaman toko. Hari itu Raka jadwal off kerja, makanya ia bisa sedikit  rileks dari urusan pekerjaan toko. Asyik  bercengkrama tukar informasi dengan teman seputar  sepeda motor yang baru ia beli sembilan hari yang lalu.

Sore ini cukup cerah , selepas pergantian shift , Dinda menghampiri Raka , duduk disampingnya sambil ngemil makanan  kecil kesukaannya dan ikut  dalam obloran Raka serta kedua temannya. Tak terasa waktu telah menjelang maghrib,

“Wah…bentar lagi adzan maghrib nih…!” seru Raka di sela obrolannya.
“Iya nih…pulang yuk ‘A ?” ajak Dinda kepada Raka
“Yuk…!” sahut Raka , sambil beranjak dari tempat duduknya bersiap mengambil motor untuk perjalanan mengantar Dinda pulang. Tak lupa Mereka berdua pamit pada kedua teman ngobrol tadi.

Dalam perjalanan, tangan Dinda melingkar erat dipinggang Raka, begitu erat tak seperti biasanya hingga membuat Raka bertanya “Kenapa sayang…?”tanya Raka “Gak…apa-apa, pengen meluk aja!” jawab Dinda.  Motorpun terus melaju , lalu lalang kendaraan dijalan yang dilewati tak begitu banyak, mungkin karenawaktu sudah menjelang maghrib, jadi  banyak orang yang sudah menghentikan kesibukannya masing-masing  . Sayup terdengar lantunan puji-pujian yang di kumandangkan para muadzin di beberapa mesjid menandakan sudah mendekati saatnya adzan.

Satu kelokan terlewati , jelas terlihat lurusnya jalanan yang sepi , Raka pun menambah kecepatan laju sepeda motornya dengan harapan segera sampai sebelum adzan, sempat melihat sekilas jarum speedometer menunjuk angka 80 km/jm.

Namun secara tiba-tiba…sebuah motor muncul dari arah kiri tepatnya dari sebuah gang, tanpa berhenti atau tengok kanan-kiri si pengendara motor itu  langsung masuk ke badan jalan yang akan dilalui Raka. Kemunculan  motor tersebut benar-benat mengejut kan Raka dan Dinda . Spontan Dinda menjerit… suara klakson dan lengkingan rem dari motor Raka seakan membelah kesunyian jalan…dan “BRRAAKK!!” tabrakan pun tak terelakan lagi.

Raka terpental jatuh beberapa meter, Dinda pun demikian sama terpental dan jatuh tepat menindih tubuh Raka . Serta merta jalan yang tadinya sepi kini ramai dengan kerumunan orang yang bergegas memberi pertolongan untuk Raka, Dinda dan juga si pengendara itu yang ternyata ia seorang tukang Ojek.

Raka merasakan seseorang memegang tangan kirinya dan terus mengacungkannya ke atas, Raka sempat mendengar seseorang entah siapa berteriak “Hey…cepet ambil mobil , bawa dia kerumah sakit!” . Sekilas Raka masih sempat juga melihat Dinda yang sedang ditolong  oleh orang-orang, kemudian penglihatannya mulai kabur dan akhirnya Raka pingsan.

Raka dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan pertama. Beberapa saudara, rekan kerja dan keamanan toko (Satpam) berdatangan ke Puskesmas. Setelah mendapatkan pemeriksaan Raka di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan  pertolongan yang lebih efektip. Sementara Dinda sudah bisa  diantar pulang karena memang lukanya tidak separah Raka.

Tibalah di rumah sakit umum, diruang UGD, Raka terbaring diatas ranjang pemeriksaan, dokter pun segera melakukan pertolongan.  Tak lama kemudian Raka siuman, melihat kesekeliling ruangan, didapatinya orang-orang  yang ikut mengantarkannya ke rumah sakit. Ada Ayah dan ibu Raka, Tante,Paman, beberapa saudara , rekan kerja dan satpam toko. Raka memberikan senyum kepada mereka merekapun tersenyum namun tatapan merka mengisyaratkan suatu kesedihan. “Sabar ya…!” ucap beberapa orang diantara mereka .

Setelah seluruh kesadarannya pulih, Raka baru menyadari ada rasa sakit di bagian tangan kirinya. Lalu ia melihat tangannya, dan……”Astagfirulloh ‘aladziim…..!!” berulang kali Raka mengucapkan kalimat itu sambil memejamkan matannya dan tertunduk. Hati raka menjerit , sakit rasanya..! Ya,teramat sakit!   Bukan karena luka ditangan kirinya , melainkan Ketika harus menerima kenyataan kalau satu jari manis tangan kirinya  hancur, patah dan harus di amputasi.

Setelah kecelakaan itu , Kini Raka kehilangan satu jari tangannya.

___oOo___

Silahkan dilanjut gan… Kisah Cinta Pramu Toko 3

2 thoughts on “Kisah Cinta si Pramu Toko II

  1. lanjut atuh itu si Dina udah dikasih nafas buatan belum….hikssss

    kalau ujungnya kagak ngenakin hhmm kebayang aja perasaan tuh Raka

    Sudah jatuh tertimpa pipah besi lagi hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s