Kisah Cinta si Pramu Toko I

Sebut saja namanya  Raka…awalnya ia hanya seorang pramu toko retail terkemuka di kotaku, kinerjanya yang lumayan bagus mendapatkan respon baik dari atasannya. Loyalitas kerjanya diatas standar , meskipun jadwal kerja dibagi menjadi  dua shift .

Setahun kerja sudah ia lalui, ragam suka dan duka ia lewati meski terkadang membuatnya merasa bosan. Tak selang waktu lama berkat prestasinya ia pun dipromosikan menjadi Assisten Kepala Toko tersebut. Dengan naiknya jabatan, bertambah pula beban dan tanggung jawab yang harus ia kerjakan. Uffh.. ! berat memang kalo tiap hari bekerja dari jam 5 pagi untuk mempersiapkan  buka toko pada jam 7 pagi dan baru bisa santai setelah tutup toko jam 10 malam, itupun harus bekerja lagi mempersiapkan rekap penjualan,laporan keuangan dan permintaan  stok barang untuk besok. Hmm…rutinitas yang menyita banyak waktu, hampir rata-rata baru benar-benar santai pada tengah malam. Untungnya pihak perusahaan menyediakan Mes (tempat menginap) khusus untuk karyawan laki-laki  yang giliran shift malam.

Tambahnya tanggung jawab ,tak membuatnya mengeluh karena memang sesuai jabatannya , upah kerjanya pun lumayan bertambah pula. Namun bukan hanya nilai upah saja yang memmbuatnya semakin bertahan bekerja di toko itu, ada seseorang yang selalu membuatnya makin bersemangat dlm bekerja. Ya…kehadiran seorang  perempuan yang juga sama-sama karyawan toko tersebut.

Sebut saja Dinda namanya…parasnya lumayan cantik (menurut opsi Raka), ia menjabat sebagai Kasir toko tersebut. Ia tinggal di desa agak jauh dari tempat ia bekerja, sekitar 15 menit parjalanan kalo pake motor.Berangkat dan  pulang kerja diantar jemput sama ayah atau adik nya.

Telah sejak lama Raka mengagumi  Dinda, bahkan sejak masih menjadi pramu. Tapi ia tak berani mengungkapkannya karena ia tahu Dinda sedang mengharap Rangga yang bekerja di sebuah  Bank. Selain itu seorang rekan kerja Raka (Doni namanya)pun telah secara terang -terangan menginginkan Dinda. Akhirnya Raka hanya bisa menyimpan perasaannya dalam hati saja, demi menjaga hubungan kerja dan juga perasaan rekannya.Dua tahun lebih Raka menyimpan perasaannya terhadap Dinda.

Berawal dari sebuah curhatan Dinda kepada Raka tentang keluh kesah pekerjaan.Raka mencoba menjadi pendengar yang  baik terkadang juga memberi saran semampunya.

Waktu terus berlalu, curhat pun berlanjut ,dan kebersamaan pun terjalin antara Raka dan Dinda, bukan cuma masalah pekerjaan saja yang kini jadi bahasan, bahkan sampai keluarga dan sang pujaan hati pun Dinda tak sungkan untuk berbagi cerita pada Raka. Rupanya bagi Dinda ,Raka adalah tempat yang nyaman untuk mencurahkan segala keluh kesahnya.

Seiring dengan perjalanan waktu dan meningkatnya kuantitas kebersamaan yang terjalin antara Raka dan Dinda , opini publik pun terbentuk dengan sendirinya. Terutama tanggapan dari rekan kerja. Mereka menyimpulkan jika Raka dan Dinda adalah sepasang kekasih.  Yah, apa boleh dikata, toh pada kenyataan yang mereka(publik)lihat memang begitu, banyak perilaku mereka berdua (Raka+Dinda) yang mengesankan saling perhatian,saling membutuhkan, saling merindukan,saling mencemaskan dan banyak lagi yang lainnya.

Raka dan Dinda pun tak bisa menghindar dari opini tersebut, mereka menyadari ada kedekatan diantara mereka berdua ,sekalipun mereka tak pernah tau apa arti kedekatan yang mereka jalani. Mereka hanya merasa ada kenyamanan saat bersama dan saling merasa kehilangan saat berjauhan.

Dari hari ke hari, dari pekan ke pekan, dari bulan ke bulan kedekatan Raka dan Dinda terus mengalir apa adanya ,opini pun  semakin deras. Raka pun merasakan perhatian yang lebih dari Dinda semakin nyata terlihat dalam keseharian.Dan akhirnya dengan segala pertimbangan ,Raka mengambil sebuah keputusan hati  untuk mengungkapkan satu perasaannya yang telah lama  ia simpan.

Maka suatu sore setelah pergantian shift, Raka memanggil Dinda ke ruang Kepala Toko, Dinda pun datang dan menghampiri ..Raka memulai pembicaraannya,

Raka      : “Dinda, besok kamu Off ,ya?”
Dinda    : “Iya…emang kenapa, Pak?”
Raka      : “Ada hal yang harus aku bicarakan sama kamu,tapi bukan disini tempatnya, kalo boleh besok aku kerumah ,ya?”
Dinda    : “Memangnya gak bisa dibicarakan disini ya…? harus dirumah…?”
Raka      : “Ya, soalnya ini penting dan bukan untuk main – main!”
Dinda    : “Bapak tahu rumah saya ?”
Raka      : “Tidak, tapi aku yakin kamu punya tetangga.”

Dinda hanya menatap dan tersenyum , lalu pamit untuk pulang karena Ayahnya  datang menjemput. Ada sedikit perasaan lega dalam hati Raka, karena dalam tatapan Dinda mengisyaratkan  kalau Dinda akan menunggu kedatangan Raka.

Esok harinya, Raka mempersiapkan  segala sesuatu untuk keperluan operasional toko ,agar pada saat ia tinggalkan tak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Dan setelah menyiapkan personel toko untuk ngebackup pekerjaannya, Raka pun minta izin kepada atasan dan juga rekan kerjanya untuk pulang lebih awal .

Singkat kata setelah tanya sana-sini, bahkan sempat nyasar pula, akhirnya terlaksana juga berdiri di depan pintu rumah Dinda. Cukup Tiga kali ketuk pintu bersama satu kali salam, terdengar suara  sahutan salam dari dalam rumah. Jelas sekali suara khas milik Dinda menandakan kalau Raka tidak salah alamat.

Pintu pun terbuka, sapaan riang,senyum ceria dan tatapan mesra,  serta merta membuat laju degup jantung Raka sedikit bertambah kecepatannya.

Setelah di persilakan Raka pun masuk dan duduk di sofa, “Sebentar ya…aku ambil air minum dulu..” kata Dinda sambil berlalu menuju ke ruang belakang. Tak lama kemudian Dinda datang dengan dengan nampan ditangan. Secangkir kopi dan beberapa makanan cemilan disuguhkan untuk  Raka.

“Kopi nya, A…!” kata Dinda,
“Apa..?!” tanya  Raka sedikit kaget.
“Kopinya… , AA..!” Dinda mengulang ucapannya.
“Tumben panggil  ‘AA, biasanya kan ‘Pak!?” sahut Raka
“Tapi gak apa-apakan, aku panggil,, AA?” tanya Dinda
“Ya, gak apa-apa lah… seneng malah!” tegas Raka

Mereka saling tersenyum,  percakapan pun mulai terlontarkan, sesekali diselingi tawa dan canda riang. Hingga tak terasa dua jam sudah lewat, mereka larut dalam percakapan.

“Oh ya,..’A, katanya ada hal penting  yang ingin di sampaikan, apaan sih ‘A?” Dinda mengalihkan pembicaraan. Sontak Raka sedikit tertegun mendengar pertanyaan Dinda, yang sebenarnya Raka pun tengah mencari saat yang tepat untuk mengatakan tujuan dan maksud hatinya. Sembari menghela nafas Raka memulai menuturkan isi hatinya kepada Dinda.

“Begini Dinda, memang ada hal yang ingin aku sampaikan… tapi maaf jika nanti pembicaraanku , membuatmu merasa terpojok dalam suatu pilihan, maafkan juga jika nanti ucapanku malah menambah persoalan baru dalam hatimu, sebab ini menyangkut  tujuan hidupku dan hidupmu.
Dulu awal kita kenal … aku menyukaimu, lalu aku kagum dengan kesederhanaan sikapmu dan juga kebaikanmu kepada setiap orang, dan aku menyayangimu setelah aku tahu  rumitnya persoalan hidup yang kamu hadapi. ….
Kini aku sudah tidak lagi suka….tidak lagi kagum atau juga menyayangimu seperti dulu…. karena semuanya sudah ku lebur  bersama harapan dan keinginanku untuk menjadikanmu pendamping hidup ku….
Jika kau mengerti tolong sampaikan ini pada hatimu dan juga kedua orang tuamu…Tak usah kau jawab…tapi tanya hatimu dan lakukan apa yang kamu inginkan…..Itu saja yang ingin kusampaikan padamu”.

Ada perasaan lega yang dirasakan Raka setelah selesai mengungkapkan tujuan hatinya pada Dinda.

Dinda terdiam tanpa kata, hanya tatapan yang tak beranjak dari mata Raka. Keduanya saling bertatap dalam keheningan. Dinda tak kuasa menahan air mata , Raka pun menghapiri Dinda dan mengusap air mata yang mengalir membasahi kedua pipinya.Dinda menyandarkan kepalanya ke bahu Raka  seraya mengucapkan satu kalimat “Luluhkan hati Ayah dan ibuku,…ya ‘A!?”. Raka pun mengecup kening Dinda dan berkata “Dengan dukunganmu, aku sanggup..!!”

___oOo___

Baca juga  sambungan ceritanya  Kisah Cinta si Pramu Toko II

Cerita ini  hanya cerita fiktif belaka, maaf bila ada kesamaan nama tokoh dan tempat.

One thought on “Kisah Cinta si Pramu Toko I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s